MANAJEMEN PELAKSANAAN KURIKULUM


BAB I

PENDAHULUAN

       Pendidikan merupakan suatu usaha pengembangan dan pembentukan karakter sumber daya manusia, walaupun usaha pembangunan SDM tidak hanya dilakukan melalui pendidikan khususnya pendidikan formal (sekolah), tetapi sampai detik ini, pendidikan masih dipandang sebagai sarana dan wahana utama untuk pengembangan SDM yang dilakukan dengan cara sistematis, programatis dan berjenjang. Menyadari akan hal tersebut, pemerintah sangat serius menangani bidang pendidikan, sebab dengan sistem pendidikan yang baik diharapkan muncul generasi penerus bangsa yang berkualitas dan mampu menyesuaikan diri untuk hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan atau KTSP tahun 2006, ada kompetensi dasar yang di atur dan dikembangkan di tingkat sekolah masing-masing dengan mempertimbangkan keadaan sekolah. Kondisi, karakteristik dan kemampuan peserta didik merupakan beberapa parameter yang bisa digunakan sebagai acuan pembentukan sebuah kurikulum di satuan pendidikan tertentu. Namun demikian, semua KTSP yang telah dibentuk oleh masing-masing sekolah dan daerah itu harus memiliki tujuan yang sama, yakni tujuan yang telah ada pada Standar Nasional Pendidikan (SNP).

Implementasi kurikulum tingkat satuan pendidikan adalah bagaimana menyampaikan pesan-pesan kurikulum kepada peserta didik untuk membentuk kompetensi mereka sesuai dengan karakteristik dan kemampuan masing-masing. Tugas guru dalam implementasi KTSP adalah bagaimana memberikan kemudahan belajar (facilitate of learning) kepada peserta didik, agar mereka mampu berinteraksi dengan lingkungan eksternal sehingga terjadi perubahan perilaku sesuai dengan yang dikemukakan dalam standart isi (SI) dan standar kompetensi lulusan (SKL) (Mulyasa, 2009:178).

SMP Negeri 2 Selopampang merupakan sekolah yang berada di pinggiran kota Temanggung. Sekolah ini merupakan unit gedung baru yang berdiri tahun 2004 dan mempunyai 9 ruang kelas. Jumlah guru yang mengajar disekolah ini adalah 19 orang terdiri atas 14 guru yang berstatus PNS dan 5 orang Guru tidak tetap. Berdasarkan perhitungan kebutuhan jumlah guru maka sekolah ini mengalami kelebihan guru sebanyak 4 0rang sementara guru yang PNS harus memenuhi kriteria jumlah jam mengajar 24 jam.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran pelaksanaan manajemen pelaksanaan kurikulum yang dilakukan oleh SMP N 2 Selopampang. Dengan mengetahui bagaimana perencanaan pembelajaran, pengorganisasian pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran dan evaluasi pembelajarannya diharapkan guru mampu melakukan perbaikan di hal-hal tertentu sehingga proses pembelajaran menjadi semakin berhasil.

BAB II

PELAKSANAAN PRAKTEK

  1. A.    METODE

Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk melihat bagaimana keadaan manajemen pembelajaran yang dilakukan oleh guru di SMP N 2 Selopampang. Pengambilan data dilakukan dengan cara

  1. Dokumentasi keberadaan perangkat pembelajaran yang dipunyai oleh guru dan perangkat kurikulum.
  2. Wawancara yang mendalam tentang faktor pendukung dan faktor penghambat kelancaran pembelajaran. Selanjutnya hasil yang diperoleh ditampilakn dalam bentuk penjelasan deskriptif sesuai dengan bidangnya.
  1. B.     HASIL

Dari data yang diperoleh dilapangan maka dapat dilihat sebagai berikut:

  1. 1.      Gambaran ringkas tentang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan di SMP N 2 Selopampang.
    1. Visi dan Misi

1)      Visi

VISI         : “ TERBENTUKNYA TAMATAN SMP YANG BERKEPRIBADIAN KUAT, BERILMU DAN BERKETERAMPILAN SEBAGAI DASAR BAGI PENGEMBANGAN DIRI TAMATAN “

                        Indikator :

  1. Meningkat dalam prestasi akademik.
  2. Lengkap sarana dan prasarana
  3. Lingkungan sekolah yang bersih, nyaman dan kondusif
  4. Berprestasi dalam kegiatan keagamaan
  5. Unggul dalam kegiatan olahraga prestasi
  6. Unggul dalam aspirasi seni
  7. Mendapat kepercayaan dari masyarakat
  8. Misi

1)      Menumbuhkan secara intensif daya juang untuk mencapai keunggulan kompetitif bagi seluruh warga sekolah.

2)      Meningkatkan pelayanan prima dalam upaya memberdayakan siswa dan masyarakat .

3)      Membangun iklim belajar yang dialogis dan demokratis yang berakar pada norma dan budaya bangsa Indonesia.

4)      Membangun kualitas proses pendidikan untuk mengotimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral.

5)      Membangun keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan ( SMP Negeri 2 Selopampang ) sebagai pusat  pembudayaan keterampilan, pengalaman, sikap dan nilai berdasarkan kearaifan local yang dicirikan dengan kebersamaan, keterbukaan dan kerja keras.

6)      Memberdayakan peran serta masyarakat Selopampang dalam penyelenggaraan pendidikan ( perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi) berdasarkan MBS.

  1. Tujuan Sekolah

Tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan dasar mengacu pada tujuan umum pendidikan  dasar yaitu meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut .Sedangkan secara khusus, sesuai dengan visi dan misi sekolah, serta tujuan SMP Negeri 2 Selopampang          pada akhir tahun pelajaran 2008 / 2009, sekolah mengantarkan  peserta didik untuk:

1)      Memperoleh selisih NUN (gain score achievement) 0,10.

2)      Mengoptimalkan proses pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa (student centered learning), antara lain CTL, PAKEM, serta layanan bimbingan dan konseling.

3)      Siswa dapat berkomunikasi menggunakan Bahasa Indonesiadengan baik dilingkungan sekolah dan masyarakat.

4)      Melestarikan budaya daerah melalui MULOK bahasa daerah dengan indikator; 85% siswa mampu berbahasa Jawa sesuai dengan konteks.

5)      menjadikan 85% siswa memiliki kesadaran terhadap kelestarian    lingkungan hidup di sekitarnya.

6)     Memiliki jiwa cinta tanah air yang diinternalisasikan lewat kegiatan  Pramuka.

7)      Meraih kejuaraan dalam beberapa cabang olah raga di tingkat Kabupaten

8)      Memiliki jiwa toleransi antar umat beragama dan melaksanakan ibadah sesuai dengan agama yang dianutnya.

  1. 2.      Struktur dan muatan kurikulum
  2. Struktur Kurikulum SMP Negeri 2 Selopampang meliputi:

Komponen

Kelas dan Alokasi Waktu

VII

VIII

IX

A.            Mata Pelajaran

1.   Pendidikan Agama

2

2

2

2.   Pendidikan Kewarganegaraan

2

2

2

3.   Bahasa Indonesia

5**)

5**)

5**)

4.   Bahasa Inggris

5**)

5**)

5**)

5.   Matematika

5**)

5**)

5**)

6.   Ilmu Pengetahuan Alam

5**)

5**)

5**)

7.   Ilmu Pengetahuan Sosial

5**)

5**)

5**)

8.   Seni Budaya

2

2

2

9.   Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan

2

2

2

10. Keterampilan/Teknologi Informasi dan Komunikasi

2

2

2

  1. Muatan Lokal
  2. 1. Bahasa Jawa
  3. 2. Tata Boga

2

2

2

2

2

2

B. Pengembangan Diri

  1. Pelayanan Konseling
  2. Kepramukaan
  3. Keagamaan
  4. Permainan dan Olah Raga

2*)

2*)

2*)

Jumlah

38

38

38

  1. B.                

    1. b.      Muatan Kurikulum

1. Mata Pelajaran

Adapun pengelompokan mata pelajaran selengkapnya sebagai berikut:

1)      kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia meliputi Pendidikan Agama

2)      kelompok mata pelajaran kewarganegaraan   dan kepribadian meliputi Pendidikan Kewarganegaraan

3)      kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi meliputi Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Pengetahuan Sosial, Keterampilan/Teknologi Informasi dan Komunikasi

4)      kelompok mata pelajaran estetika meliputi Seni Budaya dan Bahasa Jawa

5)      kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan meliputi Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

2. Muatan lokal

Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri kahas dari potensi daerah, termasuk keunggulan daerah yang materinya terdiri dari Bahasa Jawa dan Tata Boga.

  1. 3.      Kegiatan Pengembangan Diri

Berdasarkan kondisi obyektif sekolah maka kegiatan pengembangan diri yang dipilih dan ditetapkan adalah :

  1. Bimbingan Konseling
  2. Kegiatan Kepramukaan
  3. Kegiatan Keagamaan
    1. Kegiatan Olahraga

Mekanisme Pelaksanaan :

  1. Kegiatan Pengembangan Diri Bimbingan Konseling pelaksanaannya dalam jadwal pelajaran, sedangkan kegiatan kepramukaan, keagamaan, dan olahraga dilaksanakan diluar jam pelajaran ( ekstrakurikuler ) dan dibina oleh guru – guru yang berkompeten dalam bidangnya.
    1. Jadwal Kegiatan

NO

Jenis Kegiatan

Hari Pelaksanaan

Waktu

1. Bimbingan Konseling Senin – Sabtu
2. Kepramukaan Sabtu 12.30 s/d selesai
3. Keagamaan

  1. Sholat Dhuhur
  2. Tadarus Pagi
  3. Sholat Jumat
  4. Zakat Fitrah
  5. Kurban dan Sholat Idul Adha
  6. Peringatan hari besar agama
Senin s/d Kamis

Setiap Pagi

Jumat

Bulan Romadhon

10 Dzulhijah

Insidental

12.30

07.00 – 07.15

12.00 – 12.45

4. Olahraga Selasa dan Kamis 14.00 – 16.00
  1. Alokasi Waktu

Semua kelas untuk kegiatan pengembangan diri alokasi waktunya ekuivalen dengan 2 jam pelajaran.

d.   Penilaian :

Kegiatan pengemangan diri dinilai dan dilaporkan secara berkala kepada sekolah dan orang tua dalam bentuk nilai kualitatif :

Katagori

Keterangan

A

Sangat Baik

B

Baik

C

Cukup

D

Kurang

4. Pengaturan Beban Belajar

Beban belajar satuan pendidikan SMP Negeri 2 Selopampang dilaksanakan dengan menggunakan sistem paket. Sistem paket adalah sistem penyelenggaraan  program pendidikan yang peserta didiknya diwajibkan mengikuti seluruh program pembelajaran dan belajar yang sudah ditetapkan untuk setiap kelas sesuai dengan struktur kurikulum tingkat satuan pendidikan. Beban belajar setiap mata pelajaran dinyatakan dalam satuan jam pelajaran.

Beban belajar dirumuskan dalam bentuk satuan waktu yang dibutuhkan oleh peserta didik untuk mengikuti program pembelajaran melalui penugasan, struktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. Semua itu dimaksudkan untuk mencapai mencapai standar kompetensi lulusan dengan memperhatikan tingkat perkembangan peserta didik. Kegiatan tatap muka adalah kegiatan pembelajaran yang berup proses interaksi antara peserta didik dengan pendidik. Beban belajar kegiatan tatap muka per jam pembelajaran berlangsung selama 40 menit. Beban belajar kegiatan tatap muka per minggu pada satuan pendidikan SMP Negeri 2 Selopampang adalah 38 jam ditambah dengan kegiatan pengembangan diri yang ekuivalen 2 jam.

Kegiatan mandiri tidak terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang berupa pendalaman materi pembelajaran oleh peserta didik yang dirancang oleh pendidik untuk mencapai standar kompetensi. Waktu untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur bagi peserta didik maksimum 50 % dari jumlah waktu kegiatan tatap muka dari mata pelajaran yang bersangkutan. Penyelesaian program pendidikan dengan menggunakan sistem paket adalah tiga tahun. Adapun alokasi waktu belajar secara keseluruhan adalah sebagai berikut :

Kelas

Satu jam pembelajaran tatap muka/menit

Jumlah jam pembelajaran perminggu

Minggu efektif

Pertahun ajaran

Waktu pembelajaran /jam per tahun

VII

40

38

34 – 38

1224 – 1368

VIII

40

38

34 – 38

1224 – 1368

IX

40

38

34 – 36

1224 – 1296

5. Ketuntasan Belajar

SMP Negeri 2 Selopampang menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM ) untuk setiap mata pelajaran adalah sebagai berikut :

Komponen

KKM

VII

VIII

IX

A.        Mata Pelajaran

1.   Pendidikan Agama

67

67

67

2.   Pendidikan Kewarganegaraan

65

65

65

3.   Bahasa Indonesia

65

65

65

4.   Bahasa Inggris

60

60

60

5.   Matematika

60

60

60

7.   Ilmu Pengetahuan Sosial

60

60

60

8. Seni Budaya

65

65

65

9.   Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan

66

66

70

10. Teknologi Informasi dan Komunikasi

60

60

60

B. Muatan Lokal1. Bahasa Jawa

60

60

60

2. Tata Boga

65

65

65

C.  Pengembangan Diri

Minimal Baik

Kriteria ketuntasan minimal mata pelajaran diperoleh dari KKM setiap aspek pada mata pelajaran  tersebut yang ditentukan oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan.

6.   Kriteria Kenaikan Kelas

Untuk menentukan kriteria atau acuan kenaikan kelas perlu dipertimbangkan situasi dan  kondisi siswa, lingkungan sekolah maupun lingkungan keluarga, tenaga kependidikan juga mempertimbangkan pedoman – pedoman yang berlaku. Kriteria Kenaikan Kelas tersebut ditentukan sebagai berikut :

  1. Kehadiran siswa dalam kegiatan belajar di kelas sekurang – kurangnya 80 % hari belajar efektif ( HBE )
  2. Kepribadian sekurang – kurangnya mendapat nilai Baik.
  3. Nilai siswa yang bersangkutan telah mencapai kriteria ketuntasan minimal mata pelajaran dan paling banyak 3 mapel yang tidak memenuhi kriteria ketuntasan minimal
  4. Nilai kegiatan pengembangan diri minimal baik

7.   Kriteria Kelulusan Peserta Didik

Untuk menentukan kriteria atau acuan kenaikan kelas perlu dipertimbangkan situasi dan  kondisi siswa, lingkungan sekolah maupun lingkungan keluarga, tenaga kependidikan juga mempertimbangkan pedoman – pedoman yang berlaku. Kriteria Kelulusan peserta didik sesuai pada pasal 72 ayat ( 1 ) dan ( 2 ) PP 19 / 2005  sebagai berikut :

Peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan dasar dan menengah setelah :

  1. menyelesaikan seluruh program pembelajaran
  2. memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika, dan kelompok jasmani,olahraga, dan kesehatan
  3. lulus ujian sekolah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi dan
    1. lulus Ujian Nasional

8.  Pendidikan Kecakapan Hidup

Pendidikan kecakapan hidup yang mencakup kecakapan pribadi, kecakapan sosial, kecakapan akademik dan kecakapan vokasional merupakan bagian integral dari pendidikan semua mata pelajaran, jenis pengembangan diri atau berupa modul yang direncanakan secara khusus pada jenis pengembangan diri tertentu.

Dalam setiap pembelajaran peserta dituntut harus melakukan (mempraktikkan) apa yang diharapkan dalam standar kompetensi dan kompetensi dasar dengan tidak meninggalkan ketaqwaan pada Tuhan Yang Maha Esa dan selalu berinteraksi dengan alam sekitar.

9. Kalender Pendidikan

  1. Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu ajaran yang mencakup permulaan tahun pelajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif, dan hari libur.
  2. Permulaan tahun pelajaran adalah wakru dimulainya kegiatan pembelajaran pada awal tahun pelajaran pada SMP Negeri 2 Selopampang.
  3. Minggu efektif belajar adalah jumlah minggu kegiatan pembelajaran untuk setiap tahun pelajaran pada SMP Negeri 2 Selopampang.
  4. Waktu pembelajaran efektif adalah jumlah jam pelajaran setiap minggu, meliputi jumlah jam poembelajaran untuk setiap mata pelajaran termasuk muatan lokal, ditambah jumlah jam untuk kegiatan pengembangan diri.
  5. Waktu libur adalah waktu yang ditetapkan untuk tidak diadakan kegiatan pembelajaran pada SMP Negeri 2 Selopampang. Waktu libur dapat berbentuk jeda tengah semester, jeda antar semester, libur akhir tahun pelajaran, hari libur keagamaan, hari libur umum termasuk hari-hari besar nasional, dan hari libur khusus.
  6. Alokasi waktu minggu efektif belajar, waktu libur dan kegiatan lainnya pada SMP Negeri 2 Selopampang.
  7. Untuk pedoman pelaksanaan kegiatan di sekolah, maka telah disusun kalender kegiatan SMP Negeri 2 Selopampang pada tahun pelajaran 2009 / 2010 sebagai berikut :

BAB III

PEMBAHASAN

 

     Manajemen pendidikan dalam pandangan Husaini Usman (2008:4) adalah sebuah seni dan ilmu mengelola sumber daya pendidikan untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.

Sedangkan menurut Suharsimi Arikunto (2008:131) manajemen kurikulum adalah segenap proses usaha bersama untuk memperlancar pencapaian tujuan pengajaran dengan titik berat pada usaha, meningkatkan kualitas interaksi belajar-mengajar.

Dalam Bab ini pembahasan akan dilakukan dengan menggunakan pendekatan fungsi menurut Terry (1977), fungsi manajemen adalah “The basic resources are subjected to the fundamental function of management-planning, organizing, actuating, and controlling in order that the stated objectives are achieved” yang kurang lebih intinya adalah proses manajemen meliputi perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuating) dan pengawasan (controlling).

  1. PERENCANAAN

Menurut Husaini Usman (2008:61), perencanaan pada hakikatnya adalah proses pengambilan keputusan atas sejumlah alternatif pilihan mengenai sasaran dan cara-cara yang akan dilaksanakan di masa yang akan datang guna mencapai tujuan yang dikehendaki serta pemantauan dan penilaian atas hasil pelaksanaanya yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan. Dari definisi ini perencanaan sendiri mengandung unsur-unsur (1) sejumlah kegiatan yang ditetapkan sebelumnya, (2) adanya proses, (3) hasil yang ingin dicapai, (4) menyangkut masa depan dalam waktu tertentu.

Perencanaan Kurikulum yang terdapat di SMP N 2 Selopampang diwujudkan dengan adanya pembuatan struktur program KTSP. Struktur program ini berisi susunan bidang pelajaran yang harus dijadikan pedoman pelaksanaan selama satu tahun. Menurut Suharsimi Arikunto, 2008 struktur program ini dapat dibagi menjadi 3 macam: yaitu program pendidikan umum yang terdiri atas pelajaran-pelajaran yang wajib diikuti semua siswa, program pendidikan akademis yang terdiri atas mata pelajaran yang dibutuhkan untuk ke jenjang yang lebih tinggi, serta yang ketiga adalah program pendidikan keterampilan yang berfungsi untuk mengembangkan kesukaan dan penghargaan (apresiasi dan hobi). Sedangkan untuk guru, perencanaan kurikulum ini terdiri atas kegiatan pembuatan silabus dan Rencana pelaksanaan pembelajaran yang di SMP ini dibuat langsung selama satu semester pada awal semester.

Secara umum, kegiatan perencanaan yang dilakukan oleh kaur kurikulum ini sudah diupayakan sesuai dengan standart yang terdapat pada standar isi dan standar proses. Hanya saja karena proses penelaahannya dilakukan sendiri tanpa adanya bimbingan ataupun assistensi langsung dari kepala sekolah maupun pengawas sehingga struktur program yang dihasilkan masih merupakan hasil struktur program sekolah lain yang dimodifikasi. Sedangkan perencanaan yang dilakukan oleh guru yang berupa silabus dan RPP dibuat oleh guru berdasarkan acuan yang didapatkan dari MGMP masing-masing pelajaran. Acuan yang didapat seharusnya dimodifikasi sesuai dengan kalender pendidikan sekolah masing-masing dan karakteristk anak, namun hanya sebagian guru saja yang melaksanakan perubahan atau modifikasi sementara yang lain langsung menggunakan yang didapatkan dari MGMP. Ada beberapa faktor pendukung dan penghambat dari proses perencanaan di SMP N 2 selopampang antara lain:

  1. Faktor pendukung
  • Proses pembuatan struktur program kurikulum dibuat secara team dan melibatkan berbagai pihak
  • Fasilitas sarana-prasarana pengetikan telah terpenuhi sehingga tidak kesulitan dalam pembuatan perangkat kurikulum
  • Sebagian besar guru terlibat aktif dalam kegiatan MGMP sehingga perangkat pembelajaran dapat diperoleh secara mudah
  1. Factor penghambat
  • Sosialisasi hasil program kurikulum sering tidak tepat sasaran
  • Pembuatan nilai Ketuntasan minimal yang belum disesuaikan dengan standar 7,5
  • Perangkat pembelajaran yang diperoleh dari MGMP sering hanya dicetak ulang setip tahun
  1. B.     PENGORGANISASIAN

Pengorganisasian kurikulum menurut Nasution (2008:176) adalah proses membuat pola dan bentuk bahan pelajaran disusun dan disampaikan kepada murid-murid.  Pengorganisasian kurikulum ini harus dilaksanakan oleh semua guru beserta semua komponen sekolah terutama kepala urusan kurikulum. Prosesnya bersamaan dengan pada saat kita melakukan perencanaan kurikulum di awal tahun atau awal semester yang terdiri atas pemerataan beban kerja, penempatan siswa dalam kelas-kelas, penyusunan jadwal pelajaran, jadwal kegiatan dan juga pembuatan kalender pendidikan sekolah.

Apabila dikaitkan dengan proses pelaksanaan pembelajaran, pengorganisasian ini dapat dibagi menjadi beberapa aspek antara lain: Menyediakan fasilitas, perlengkapan dan personel yang diperlukan dalam rangka penyusunan  kerangka yang efisien dalam melaksanakan rencana-rencana melalui suatu proses penetapan pelaksanaan pemmbelajaran yang diperlukan untuk menyelesaikannya.

Sistem pengorganisasian kurikulum di SMP N 2 Selopampang ada yang dilakukan pada awa tahun, ada juga yang diperbarui setiap semester. Yang dilakukan pada awal tahun adalah penentuan kalender pendidikan selama satu tahun menentukan cara penilaian secara kolektif setiap guru, menentukan program tahunan masing-masing guru. Sedangkan setiap semester, selalu diadakan perubahan jadwal pelajaran, jadwal remedial, jadwal pengayaan, beban mengajar guru serta program semester guru.

Pada pelaksanaan organisasi kurikulum ini belum maksimal dilakukan oleh semua guru SMP N 2 Selopampang karena masih terdapat banyak hambatan dan tantangan yang harus diatasi oleh para guru.

  1. Faktor pendukung
  • Aktifnya guru dalam kegiatan MGMP sehingga dapat memudahkan guru memahami beban mengajarnya di sekolah
  • Tersedianya sumber daya manusia yang berlimpah sehingga tidak kesulitan untuk menentukan beban pekerjaan setiap orang
  • Tersedianya fasilitas pengetikan yang memadai sehingga mempermudah pembuatan perangkat pembelajaran atau kurikulum
  • Adanya standar yang jelas tentang bagaimana pengorganisasian dilakukan dan dijalankan
  1. Faktor penghambat
  • Kurang disiplinnya sebagian guru untuk membuat perangkat pembelajaran yang diperlukan
  • Pembuatan kalender pendidikan sekolah harus menunggu kalender yang dibuat Dinas pendidikan, sehingga penyelesaiannya tidaktepat waktu
  • Adanya kelebihan jumlah guru sehingga beban kerja guru tidak bias maksimal 24 jam per minggu
  1. C.    PELAKSANAAN

Pada tahap pelaksanaan ini mencakup proses pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh guru di dalam kelas. Menurut standart proses yang terdapat pada Permendiknas No.41 tahun 2006, Pelaksanaan pemnbelajaran yang dilakukan oleh guru setidaknya harus terdiri atas tiga bagian penting yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Dalam kegiatan pendahuluan disampaikan kompetensi dasar dan indikator yang harus dicapai, kegiatan inti terdiri atas tiga tahap yaitu: eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi. Sedang tahap yang terakhir adalah tahap penutup yaitu tahap evaluasi atau penilaian.

Proses pembelajaran ini akan berlangsung dengan sukses apabila perencanaan dan pengorganisasian pembelajaran dilakukan dengan baik. Pembuatan Silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang baik akan membuat guru tidak kesulitan mencapai atau melaksanakan kegiatan pembelajaran yang terarah dan mencapai tujuan yang diharapkan.

Pelaksanaan pembelajaran di SMP N 2 Selopampang telah diupayakan sesuai dengan ketentuan yang telah tercantum dalam permendiknas, hanya saja belum sempurna karena masih banyak hambatan yang harus diatasi oleh para guru ataupun kepala sekolah. Faktor pendukung dan penghambat proses pelaksanaan pembelajaran yang baik yang terjadi di SMP N 2 Selopampang adalah sebagai berikut:

  1. Faktor pendukung
  • Jumlah siswa yang banyak
  • Jadwal pelajaran jelas
  • Jumlah guru mencukupi
  • Sarana-prasarana pembelajaran telah mencukupi
  1. Faktor penghambat
  • Kurang disiplin guru dan siswa melaksanakan program pembelajaran yang telah dibuat
  • Fasilitas pembelajaran yang tidak merata kelengkapannya
  • Kurangnya lancarnya pelaksanaan MGMP sekolah
  • Pembelajaran pengayaan dan remedial sering tidak dapat dilakukan oleh semua guru dan keterbatasan waktu akademik yang ada sehingga hanya dilakukan dalam bentuk test saja.
  1. D.    PENGAWASAN

Pengawasan dibagi menjadi dua, yaitu pengawasan yang dilakukan guru terhadap keberhasilan pembelajaran peserta didik dan pengewasan yang dilakukan kepala sekolah terhadap keberhasilan guru dalam menyampaikan pembelajaran kepada peserta didik. Untuk menilai keberhasilan pembelajaran siswa dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan evaluasi formatif dan evaluasi sumatif. Evaluasi formatif digunakan untuk melihat keberhasilan siswa setiap kompetensi dasar yang dilaksanakan setiap selesai materi tertentu. Sedangkan evaluasi sumatif adalah test yang dilaksanakan oleh guru setelah menempuh jangka waktu tertentu.

Keberhasilan pembelajaran guru juga dapat dilihat dari bagaimana manajemen pembelajaran yang dilakukan oleh guru bidang studi selama satu semester atau satu tahun pelajaran. Untuk melihat manajemen ini merupakan tugas monitoring dan evaluasi yang dilakukan oleh kepala sekolah.

Pelaksanaan evaluasi formatif dilakukan oleh guru SMP N 2 Selopampang setiap bulan sekali dengan mempertimbangkan kedalaman dan keluasan materi yang telah disampaikan. Sedang evaluasi sumatif dalam bentuk ulangan tengah semester dan ulangan akhir semester, serta ujian nasional yang dilaksanakan bersama-sama dengan sekolah yang lain.

Ada beberapa penghambat dan pendukung proses pengawasan kurikulum di SMP N 2 Selopampang ini antara lain:

  1. Faktor pendukung
  • Proses monitoring dan evaluasi terhadap keberhasilan belajar siswa telah terjadwal secara jelas dan terlaksana dengan baik
  • Telah ada instrument evaluasi yang jelas untuk tes sumatif bagi siswa
  • Terdapat buku nilai yang jelas untuk  mendokumentasikan nilai
  • Mempunyai instrument monitoring dan evaluasi pembelajaran yang dapat langsung dilihat oleh segenap anggota guru
  1. Faktor penghambat
  • Proses monitoring dan evaluasi terhadap kegiatan guru belum sepenuhnya dilaksanakan karena masih adanya ewuh pekewuh yang tinggi

BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

 

  1. A.    KESIMPULAN

Setelah dilakukan pembahasan dengan menggunakan pendekatan fungsi manajemen yang dikaitkan dengan factor penghambat dan pendukung keterlaksanaan kurikulum di SMP N 2 Selopampang. Diperoleh kesimpulan bahwa implementasi kurikulum tingkat satuan pendidikan telah mulai dilaksanakan secara bertahap, walaupun masih banyak hal yang merupakan penghambat yang belum bisa teratasi.

Proses perencanaan kurikulum telah dilaksanakan dengan baik dibuktikan dengan adanya dokumen KTSP yang dibuat oleh tim khusus KTSP serta mampu menunjukkan dokumen yang lain pendukung dokumen KTSP. Dalam proses pengorganisasian kurikulum juga telah dimaksimalkan sesuai dengan standart yang ada.

Inti dari pelaksanaan kurikulum ini adalah pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh guru terhadap peserta didik, walaupun factor pendukung keberhasilan jumlahnya memadai namun kekurangdisiplinan berbagai pihak menyebabkkan kurang maksimalnya proses pembelajaran di SMP ini. Didukung pula oleh proses monitoring evaluasi yang dilakukan oleh yang berwenang sering tidak sesuai sasaran dan tidak periodic sehingga menyebabkan motivasi guru berkurang.

  1. B.     SARAN

Secara keseluruhan implementasi kurikulum ini sebagian besar telah disesuaikan dengan standart yang tercantum pada aturan yang ada. Dengan mengurangi hambatan yang ada dan menambah factor pendukung diharapkan akan meningkatkan keberhasilan peserta didik demikian pula keberhasilan guru melakukan pembelajaran hingga akhirnya akan merujuk pada keberhasilan sekolah melaksanakan manajemen kurikulum yang baik.

DAFTAR PUSTAKA

 

Husaini Usman. (2008). Manajemen: Teori, praktek, dan riset pendidikan. Edisi kedua. Penerbit Bumi aksara. Jakarta

Muhammad Joko Susilo, S.Pd.,M.Pd. 2007. Kurikulum tingkat satuan pendidikan: Manajemen pelaksanaan dan kesiapan sekolah menyongsongnya. Cetakan 1. Penerbit Pustaka Pelajar, Yogyakarta

Mulyasa. (2008). Kurikulum tingkat satuan pendidikan: sebuah pendekatan praktis. Bandung : PT Remaja Rosda Raya.

Prof. Dr. S. Nasution, M.A. 2008. Asas-asas Kurikulum. Edisi-2. Cetakan-9. PT Bumi Aksara. Jakarta.

Suharsimi Arikunto & Jabar,C.S.A.  (2008). Evaluasi program pendidikan: Pedoman teoretis praktis bagi mahasiswa dan praktisi pendidikan. Ed.2. Jakarta: Bumi Aksara.

About these ads

One thought on “MANAJEMEN PELAKSANAAN KURIKULUM

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s