EVALUASI DAMPAK PENDIDIKAN


I. PENDAHULUAN

Pendidikan merupakan suatu usaha pengembangan sumber daya manusia, walaupun usaha pembangunan SDM tidak hanya dilakukan melalui pendidikan khususnya pendidikan formal(sekolah). Tetapi sampai detik ini, pendidikan masih dipandang sebagai sarana dan wahana utama untuk pengembangan SDM yang dilakukan dengan cara sistematis, programatis dan berjenjang.

Menurut John A. Laska dalam Knight, 1982 Pendidikan dikatakan sebagai sebuah usaha yang terencana oleh pelajar atau oleh orang lain untuk mengontrol (memberi panduan, mengarahkan, atau mempengaruhi atau mengatur) suatu situasi belajar untuk mencapai tujuannya. Pendidikan, dilihat dari sudut pandang ini tidak terbatas di sekolah, kurikulum atau metode sekolah yang tradisional. Pendidikan dapat dipandang sebagai suatu proses belajar seumur hidup yang dilaksanakan secara terarah dan terencana.

Pendidikan menurut UU Sisdiknas tahun 2003 Bab 1 pasal 1 adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Proses pendidikan sendiri harus sistematik agar dapat mencapai tujuan yang diharapkan, sekolah sebagai system tersusun atas beberapa komponen antara lain: konteks, input, proses, output, dan outcome. Konteks adalah faktor luar yang berpengaruh terhadap penyelenggaraan pendidikan dan karenanya harus diinternalisasi ke dalam penyelanggaraan sekolah. Input sekolah adalah segala sesuatu yang diperlukan untuk berlangsungnya proses pendidikan terutama pembelajaran. Proses adalah kejadian berubahnya sesuatu menjadi sesuatu yang lain, dalam hal ini meliputi proses manajemen, kepemimpinan, dan utamanya proses belajar mengajar.

Sedangkan dampak proses pendidikan pada saat ini merupakan isu yang sedang hangat dibicarakan baik oleh kalangan cendekiawan ataupun kalangan  umum. Hasil pendidikan dapat dibagi menjadi dua option yaitu hasil yang berupa output dan hasil yang berupa outcome.

Output pendidikan di Indonesia adalah hasil belajar (prestasi belajar) yang merefleksikan seberapa efektif proses belajar mengajar diselenggarakan. Artinya prestasi belajar ditentukan oleh tingkat efektivitas dan efiisiensi proses belajar mengajar. Prestasi belajar ditunjukkan dengan peningkatan kemampuan dasar dan kemampuan fungsional (Depdiknas, 2006).

Dampak kebijakan dalam bidang pendidikan sering disamakan dengan istilah outcome yang berarti adalah dampak jangka panjang dari output/hasil belajar, baik dampak bagi individu tamatan maupun bagi masyarakat. Artinya, jika hasil belajar bagus, dampaknya juga akan bagus. Dalam realita hasilnya tidak selalu demikian karena outcome dipengaruhi oleh banyak factor diluar hasil belajar. Outcome memiliki dua dimensi yaitu :

  1. kesempatan melanjutkan pendidikan dan kesempatan kerja
  2. pengembangan diri tamatan

Sekolah yang baik, disamping harus mampu memberikan banyak akses/ kesempatan pada tamatannya untuk bekerja ataupun melanjutkan sekolah juga harus mampu membekali siswanya untuk mengembangkan dirirnya dalam kehidupan. Pengembangan diri yang dimaksud adalah pengembangan intelektualitas dan kalbu yang dihasilkan dari proses pembelajaran di sekolah (Depdiknas, 2006).

II. PEMBAHASAN

  1. Definisi Evaluasi Dampak

Evaluasi berasal dari kata “evaluation” dalam bahasa inggris yang berarti suatu upaya untuk menentukan nilai atau jumlah. Menurut Suchman(1961 dalam Anderson 1975) mengartikan evaluasi sebagai suatu proses menentukan hasil yang telah dicapai beberapa kegiatan yang telah direncanakan untuk mendukung tercapainya tujuan. Definisi yang lain berasal dari Worthern dan Sanders (1973, dalam Anderson 1971) yang mengatakan bahwa evaluasi adalah kegiatan mencari sesuatu yang berharga tentang sesuatu; termasuk mencari informasi yang bermanfaat dalam menilai keberadaan suatu program, produksi, prosedur, serta alternative strategi yang diajukan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Sedangkan Stufflebeam(1971, dalam Fernandes 1984) mengatakan bahwa evaluasi merupakan proses penggambaran, pencarian, dan pemberian informasi yang sangat bermanfaat bagi pengambil keputusan (Arikunto, 2008).

Dari beberapa pendapat diatas, dapat disimpulkan bahwa evaluasi adalah kegiatan untuk mengumpulkan informasi tentang bekerjanya sesuatu, yang selanjutnya informasi tersebut digunakan untuk menentukan alternative yang tepat dalam mengambil keputusan.

Selanjutnya definisi dampak adalah gambaran nilai suatu program terhadap orang dan masyarakat. Biasanya, dampak mengacu pada manfaat jangka panjang terhadap masyarakat. Misalnya, peningkatan pengetahuan, efisiensi produksi, peningkatan lingkungan hidup, keuntungan finansial, dll.

Evaluasi dampak sendiri menurut Rossi dan freeman, 1985 adalah sebuah evaluasi yang mengukur taraf atau tingkat ketercapaian sebuah program dalam menyebabkan perubahan seseorang dalam kehidupan yang selanjutnya. Evaluasi dampak ini bisa juga dilihat dari definisi yang berbeda, misalnya menurut US Environmental Protection Agency mengartikan bahwa evaluasi dampak adalah sebuah bentuk evaluasi yang mengukur akibat dari sebuah program dengan membandingkan outcome yang dihasilkan  dengan taksiran awal apa yang akan terjadi apabila tidak mengikuti program yang ada (Wikipedia, 2008)

Sedangkan World Bank’s Independent Evaluation Group (IEG) mendefinisikan bahwa evaluasi dampak adalah suatu identifikasi sistematik tentang efek positif atau efek negative, diharapkan atau tidak dari seseorang dalam rumahtangga, institusi dan lingkungan yang disebabkan oleh sebuah aktivitas program atau project yang diberikan sebelumnya (Wikipedia, 2008)

Studi ini melihat pada aspek dampak (outcome) tertentu dari sebuah produk (output) kebijakan. Produk atau hasil kebijakan (policy output) tentu saja berbeda dengan dampak kebijakan (policy impact). Output kebijakan adalah produk dan implementasi kebijakan. Sedangkan dampak (outcome/impact) dari sebuah kebijakan merupakan efek kebijakan dalam konteks yang sesungguhnya. Contohnya: peningkatan mutu pelayanan pendidikan di sekolah merupakan efek dari kebijakan pendidikan yang dilakukan pemerintah.

  1. Tujuan evaluasi dampak

Evaluasi dampak bertujuan untuk mengukur akibat jangka panjang setelah seseorang menjalankan aktivitas program tertentu, baik yang berada dalam lingkungan rumahtangga, institusi, dan masyarakat pada umumnya. Sehingga ada penyediaan fitback untuk membantu memperbaiki desain sebuah program atau kebijakan.

Dalam bidang pendidikan evaluasi dampak ini dapat digunakan untuk mengukur tingkat keberhasilan sebuah system atau proses pendidikan yang telah dilakukan oleh seseorang dalam sekolah atau institusi tertentu yang lebih dititik beratkan pada tingkat keberhasilan outcome dalam masyarakat. Tingkat keberhasilan outcome ini mencakup berbagai hal, baik dari aspek perilaku maupun pengaplikasian ilmu yang didapat ketika menjalani program pendidikan.

Dengan adanya evaluasi ini secara umum diharapkan mampu memberi masukan tentang program pendidikan yang sudah ada baik dari sisi kelebihan maupun kekurangannya ketika sudah berada dalam kehidupan masyarakat yang sebenarnya. Dengan kata lain, dengan evaluasi ini diharapkan mampu meningkatkan akuntabilitas, sebagai pembelajaran yang dinamis, memberi kesempatan kepada pembuat keputusan untuk memperbaiki program pendidikan yang sedang berjalan dan pada akhirnya akan membantu pengalokasian dana yang lebih baik

  1. Hambatan proses evaluasi dampak

Hambatan utama dari proses evaluasi ini datang dari berbagai aspek : Pertama, kehidupan sosial yang sangat kompleks dan sebagian besar fenomena sosial mempunyai akar permasalahan yang sangat beragam. Sehingga akan sangat sulit menyatakan bahwa suatu fenomena terjadi karena sebab tertentu secara pasti. Kedua, teori tentang ilmu social dan kesimpulan fakta-fakta sangatlah lemah dan tidak lengkap, sehingga sangat sulit membangun sebuah model untuk fenomena tertentu berkaitan dengan dampak fenomena yang lain. Ketiga, sebuah program sosial atau pendidikan tertentu tidak semata-mata akan menghasilkan dampak yang pasti pada seseorang, seperti program rehabilitasi kriminal tidak akan mampu secara total memberantas perilaku kriminal seseorang.

Begitu pula dalam penelitian dampak pendidikan, keberhasilan seseorang tidak semata-mata karena proses pendidikan yang telah dijalani tetapi ada banyak factor yang melatarbelakanginya. Seorang pengusaha bisa menjadi sukses bukan hanya semata-mata berasal dari ilmu yang didapat ketika sekolah, tetapi ada banyak sekali factor penentu yang mendukung seseorang tersebut bisa sukses, bisa dari faktor keluarga, hubungan kemasyarakatan sampai faktor keberuntungan. Kesulitan selanjutnya adalah bagaimana memilah antara faktor yang diakibatkan dari proses pendidikan dan yang tidak.

  1. Metode evaluasi dampak

Evaluasi dampak bisa menggunakan teknik kualitatif atau kuantitatif atau keduanya, Teknik kualitatif dapat memfasilitasi penjelasan yang memerlukan kajian lebih dalam tentang suatu akibat, sehingga cakupannya lebih khusus. Penelitian kualitatif ini lebih baik digunakan untuk mengidentifikasi dampak-dampak yang tidak diharapkan, sehingga penelitian yang dilakukan bisa secara mendalam pada satu aspek tertentu dan lebih mendalam tentang hambatan dan penyebab tidak munculnya aspek yang diharapkan.

Teknik kualitatif juga bisa digunakan untuk meneliti dampak yang terjadi setelah menjalani program tertentu yang bersifat tertutup sekelompok orang saja, sehingga dampak yang terjadi bisa dilihat dengan jelas hanya terjadi pada beberapa orang saja. Contohnya teknik kualitatif ini bisa digunakan apabila kita meneliti tentang perubahan yang paling drastis tentang keadaan seseorang setelah menjalani intervensi tertentu.

Teknik kuantitatif dapat digunakan dalam cakupan yang lebih luas dengan menggunakan banyak sample, akan tetapi penelitian ini tidak bisa meneliti lebih dalam tentang satu dampak tertentu secara lebih mendalam. Penelitian lebih untuk menjawab pertanyaan hipotesis tentang “ apa yang akan terjadi apabila tidak ada intervensi?” yang nantinya dibandingkan dengan dampak yang telah terjadi akibat suatu intervensi. Pengambilan data dapat diambil secara random dari beberapa daerah yang telah diintervensi kemudian nanti dibandingkan dengan daerah Kontrol dimana tidak dilakukan sebuah intervensi.

Menurut Peter H. Rossi dan Howard E. Freeman desain penelitian dapat ditentukan berdasarkan macam control, jenis intervensi, dan strategi pengambilan data yang dapat dilihat pada table 5.2. berikut ini tentang tipologi desain penelitian evaluasi dampak.

  1. Manfaat dari evaluasi dampak

Dalam bidang pendidikan pengetahuan mengenai dampak berguna untuk menilai apakah suatu proses kebijakan pendidikan yang dilaksanakan pada masa lampau atau yang sedang berjalan ini bisa bermanfaat, memecahkan masalah ataukah malah memperburuk masalah? Karena itu, untuk mengetahuinya kita perlu melakukan evaluasi dampak kebijakan pendidikan.

III. KESIMPULAN

Evaluasi dampak pendidikan adalah sebuah evaluasi yang membahas efek dari sebuah kebijakan pendidikan secara keseluruhan atau proses pengimplementasiannya dalam kehidupan seseorang setelah menjalani proses pendidikan tertentu. Tujuannya adalah untuk melihat sejauh mana akuntabilitas pendidikan pada saat sekarang ini di masyarakat. Sehingga selanjutnya bisa digunakan sebagai acuan untuk menentukan kebijakan pendidikan yang lebih baik dan lebih aplikatif dalam masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi, Prof. Dr. dan Jabar, Cepi Safrudin Abdul, M.Pd. 2008, Evaluasi Program Pendidikan: Pedoman Teoretis Praktis Bagi Mahasiswa dan Praktisi pendidikan, edisi 2, Bumi Aksara, Jakarta

Depdiknas, 2006, Panduan Manajemen Berbasis Sekolah

Ellies, Peter, 2006, Impact Evaluation: Methodological and Operational Issues. AusAid  Office of Development effectiveness

Knight, G.R. 1982, Issue and Alternativesen Educational Philosophy, Michigan : Andrews University Press

Rossi, Peter H., and Freeman, Howard E., 1985, Evaluation: A Systematic Approach, Sage Publication Inc. Beverly Hills, California, USA

http://en.wikipedia.org/wiki/Impact_assessment

http://en.wikipedia.org/wiki/Impact_evaluation

http://elisa.ugm.ac.id/files/PSantoso_Isipol/YoK3G4xS/Evaluation%20for%20Learning.htm.

http://www.ojp.usdoj.gov/BJA/evaluation/guide/documents/documentx.html

http://go.worldbank.org/2DHMCRFFT2

UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s